Verstappen frustrasi di GP Singapura yang “berantakan”

0
61

Jakarta (ANTARA) – Pemuncak klasemen sementara F1 Max Verstappen tak dapat menyembunyikan kekecewaannya setelah finis P7 di Grand Prix Singapura menyusul penampilannya yang “berantakan” di Sirkuit Marina Bay itu.

Sang pebalap Belanda meniup lilin kue ulang tahunnya yang ke-25 pada Jumat dan memiliki peluang mempertahankan gelar juaranya lebih dini di Singapura.

Tapi setelah diinstruksikan tim menyelesaikan kualifikasi lebih awal untuk menjaga jumlah bahan bakar yang tersisa mematuhi regulasi, sang pebalap Red Bull start dari P8 di grid.

Dari baris keempat, Verstappen menjalani start yang kurang baik dan tak pernah memberikan ancaman berarti kepada rival-rivalnya, Charles Leclerc dan Sergio Perez yang bersaing sendirian di depan.

Perez justru membalap dengan nyaris sempurna, memimpin setiap lap dan menahan gempuran mobil Ferrari Leclerc dan Carlos Sainz yang pada akhirnya melengkapi podium.

“Ini lebih baik dari pada posisi kedelapan, tapi itu bukan tujuan saya ke sini, tidak dengan mobil seperti itu,” kata Verstappen dikutip AFP.

“Ini sangat berantakan.”

Baca juga: Perez menangi Grand Prix Singapura, selebrasi Verstappen ditunda

Verstappen kehilangan lima posisi akibat start yang buruk di lap pertama dan mendapati dirinya terlempar dari zona poin ke P13.

Dari posisi itu, Verstappen mencoba melewati sejumlah pebalap tapi sempat terhalang oleh rombongan pebalap terdepan.

Setelah beberapa periode safety car dan virtual safety car di kondisi lintasan masih basah, Verstappen merangsek ke P5 sebelum masuk pit berganti ban slick ketika kondisi aspal mengering.

Tetapi setelah restart safety car berikutnya, ban mobil Verstappen terkunci ketika mencoba menyalip mobil McLaren Lando Norris sehingga ia harus melebar ke area runoff.

Verstappen terpaksa masuk ke pit lagi dan mengganti ban yang mengalami “flat spot” parah sebelum kembali ke lintasan di posisi terakhir.

“Saya memasang ban baru dan harus berjuang dari belakang untuk meraih poin,” kata dia.

“Bukan posisi yang kami inginkan… Ini sangat membuat frustrasi.”

Verstappen membawa pulang tambahan enam poin tapi jaraknya sebagai pemuncak klasemen terpangkas menjadi 104 poin dari Leclerc dengan lima balapan tersisa. Perez terpaut dua poin di peringkat tiga.

Apabila Verstappen, yang memenangi 11 dari 17 balapan musim ini, dapat menjaga jaraknya hingga 112 poin seusai GP Jepang pekan depan, maka ia berhak menjadi juara dunia lagi, mempertahankan gelar yang ia raih musim lalu.

Baca juga: Perburuan gelar juara F1 masih panjang, kata Verstappen

Baca juga: Gagal menangi balapan musim ini bukan akhir dunia bagi Hamilton

Baca juga: Bos tim Horner bantah Red Bull langgar batas bujet F1 2021

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini