Saling Mengingatkan | Republika Online

0
84

 Yang selalu diingatkan oleh orang baik kepada sesama manusia itu ada tiga.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Syamsul Yakin


Tanda orang baik itu saling mengingatkan. Saling mengingatkan itu berpahala. Sebab saling mengingatkan disukai Allah dan rasul-Nya. Saling mengingatkan dapat berupa memberi nasihat tentang kebenaran dan kesabaran. Seperti pesan Allah, “Dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. al-Ashr/103: 3).


Petuah senada juga diungkapkan Nabi, “Barangsiapa mengajak (manusia) kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa mengajak (manusia) kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR. Muslim).


Secara lebih praksis, ungkap Auf bin Abdullah, seperti dikutip Abu Laits dalam kitab Tanbihul Ghafilin, yang selalu diingatkan oleh orang baik kepada sesama manusia itu ada tiga.  Pertama, barangsiapa beramal untuk akhiratnya, maka Allah akan mencukupi urusan dunianya. Misalnya orang berzakat untuk akhirat, maka dicukupkan kebutuhannya di dunia. Karena zakat berarti tumbuh dan berkembang. Akan tumbuh dan berkembang juga harta orang yang berzakat.


Allah berfirman, “Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bagianpun di akhirat.” (QS. al-Syura/62: 20). Keuntungan bertambah, menurut pengarang Tafsir Jalalain,  adalah bahwa Allah akan melipatgandakan pahala bagi orang tersebut.


Kedua, orang baik akan saling mengingatkan tentang pentingnya memperbaiki hubungan dengan Allah, sebab kalau hal itu dilakukan, maka Allah akan memperbaiki hubungan internal dengan sesama manusia.


Memperbaiki hubungan dengan Allah adalah meningkatkan ibadah, baik secara kuantitas maupun kualitas. Ibadah yang dimaksud adalah shalat, puasa, zakat dan ibadah utama lainnya. Termasuk ibadah nawafil yang mengiringi ibadah wajib seperti shalat sunah qabliyah dan ba’diyah. Pun shalat sunah pada siang hari maupun malam hari yang dapat menambah intensitas berkomunikasi kepada Allah. 


Sementara itu, hubungan yang Allah perbaiki di antara sesama manusia adalah tumbuhnya rasa saling cinta, saling percaya, guyub. Dalam kehidupan sosial, manusia saling bergantung dengan sesamanya, situasi aman dan kondusif jadi prasyarat untuk itu. Dengan kata lain, untuk membangun hubungan yang baik dengan sesama, seyogyanya dibangun terlebih dahulu hubungan yang baik dengan Allah.


Apa yang diungkap Auf bin Abdullah ini didukung firman Allah, “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammd/47: 7). Begitu juga ayat, “Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. al-Nahl/16: 128). Ayat serupa masih banyak berserakan di dalam Alquran.


Ketiga, orang baik akan saling mengingatkan tentang pentingnya memperbaiki apa yang tersembunyi, sebab kalau hal itu dilakukan, maka Allah akan memperbaiki apa yang kelihatan. 


Memperbaiki yang tersembunyi maksudnya adalah menyembunyikan kebaikan. Kalau selama ini yang disembunyikan adalah keburukan, maka memperbaikinya adalah dengan cara menyembunyikan kebaikan. Berikutnya menjadi tugas Allah untuk memperbaiki yang kelihatan, artinya Allah akan mengungkapkan kebaikan yang disembunyikan tersebut di dunia dan di akhirat. 


Untuk ketiga harapan di atas, yakni Allah akan mencukupi urusan dunia kita, Allah akan memperbaiki hubungan internal kita, dan Allah akan memperbaiki yang kelihatan, yang harus kita lakukan adalah saling mengingatkan.



Sumber Berita

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini