Pengalaman Di Asipa

1
133

Pengalaman Di Asipa

Pada tanggal 19 Juli 2019, aku datang di suatu sekolah di Kabupaten Subang yang bernama asipa. Sekolah yang sangat asing di telingaku saat aku bersekolah di Kalimantan Timur. Aku pun langsung diarahkan oleh seorang ustadz ke sebuah kamar asrama dimana aku akan tidur, istirahat, belajar selama kurang lebih tiga tahun. Langsung aku rapihkan barang-barang pribadiku dan bertemu dengan orang baru yang berasal dari beragam daerah dan suku. Semua berjalan sangat baik hingga datang waktu sore dimana orang tuaku pamit untuk pergi. Sebagai seorang santri baru, ini adalah hal yang berat, tetapi, orang tua memberianku nasihat “Jadilah orang yang berani dan tetaplah semangat untuk mencari keberkahan ilmu”. Dari sini aku bangkit dan bersemangat untuk mengejar mimpi dan cita-citaku.

Kala malam pada hari itu, suasana begitu bersahabat. Banyak orang saling berkenalan dan berbincang dengan penuh senyum dan tawa. Lalu dengan tak diduga, datanglah kak senior menutup pintu masjid dengan keras dan suasana begitu mencekam. Kami semua dilabrak dan dari sini kami sadar bahwa kami sedang menghadapi proses ospek yang di asipa dinamakan FANTASTIC.

Dari pagi hingga malam kami ditempa dan dibina oleh guru dan senior selama seminggu. Dari sini, fisik dan mental kita dibentuk dengan harapan kita menjadi siswa yang kuat dan berani. Dengan beragam tantangan kita lewati akhirnya datanglah puncak dimana kita diperintahkan untuk berkemah di perkemahan dikenal dengan nama T8.

Saat semua itu selesai, kami semua begitu bahagia. Semua tekanan dan beban sudah dilewati dan pembelajaran sesungguhnya akan dimulai. Di asipa, aku harus beradaptasi bukan hanya dari lingkungan, tetapi juga dari pertemanan dan pembelajaran. Bangun jam 4 masih berat bagiku untuk membiasakannya. Tetapi semua itu mulai terbiasa dan hari-hariku berjalan begitu normal. Kegiatan asing lain bagiku yaitu tahfidz. Bagiku yang dulu bersekolah di sekolah negeri, sangat sulit untuk bisa menghafal al-quran. Ditambah dengan ketidaklancaran aku dalam membacanya sehingga membutuhkan usaha lebih bagiku untuk bisa mengikuti program ini dengan lancar.

Banyak acara-acara yang diadakan oleh sekolah. Selain dari BEM ada juga yang namanya As-Syifa Festival. Disini aku bisa melihat bahwa pelajar dari seluruh Indonesia bersaing di berbagai cabang lomba. Tetapi, aku selalu lihat orang dibalik kesuksesan sebuah acara yang saat itu adalah senior dari angkatan Retrospect. Lalu menjelang maret, aku bersiap-siap untuk liburan yang ternyata berlangsung selama 6 bulan dikarenakan ada pandemi yang sedang merebak di seluruh dunia.

Lalu pada bulan September 2020, datanglah aku kembali ke asipa. Pada saat ini aku duduk di bangku kelas 11. Sistem pembelajaran saat ini sedikit berbeda. Selain dari pengajar, tetapi juga jam belajar, kelas, dan istirahat. Di kelas 11 juga aku ingin lebih aktif dalam bidang organisasi di sekolah. Aku mengikuti kegiatan kepramukaan atau yang dinamakan juga dengan PASSUS. Dan juga saya mengikuti program BEM yang bernama Language Ambassador. Disini saya permah memegang sebagai ketua pelaksana/penanggungjawab acara tahunan sekolah yang bernama Language Camp pada tahun 2021.

Kelas 11 adalah tahun dimana saya dan teman angkatan saya melaksanakan Syifest 2021 dan pada saat itu saya bertanggung jawab di bidang marketing. Banyak penglaman dan pelajari dari acara tersebut mulai dari berkomunikasi, bekerja dengan team, dll. Alhamdulilah acara ini berjalan dengan lancar walaupun sebagian besar lomba diadakan secara online tetapi hal ini menjadi pembelajaran bagi adek-adek kelas untuk tidak menyerah untuk mengadakan acara pada saat pandemi.

Sampailah aku dikelas 12 dimana aku mempunyai mimpi supaya aku bisa diterima di PTN yang aku impikan sejak kecil yaitu ITB Fakultas Teknologi Industri. Aku mengdedikasikan waktu dan usahaku untuk belajar supaya aku bisa lulus ujian UTBK dan mendapatkan nilai tinggi supaya bisa diterima di SBMPTN. Dan di kelas 12 juga, aku ingin menikmati waktu yang tersisa untuk mempererat persaudaraan dengan teman angkatan. Banyak acara kebersamaan yang diadakan salah satunya adalah rihlah akbar yang diadakan di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Selama 3 hari kami bersenang-senang dan istilah refreshing disana. Menikmati indahnya pantai, angin sepoi-sepoi, dan melihat pulau-pulau.

Sekarang aku menunggu, untuk berpisah. Pada tanggal 19 Maret 2022, aku resmi berpisah dengan sekolah asipa tercinta. Dari sini, aku melihat kebelakang dimana saat aku masih kelas 10. Perjuangan yang aku sudah hadapi saat ini bisa aku rasakan. Dan juga teman-teman ku yang sangat suportif bagiku selama 3 tahun di sekolah ini. Semoga kelak nanti, kita bisa bertemu lagi. Ditempat yang lebih baik, di lain hari.

Sekian dari penulis,

Dr. Muhammad Kaysan Hanif, S.T, M.Eng

Calon mahasiswa ITB Fakultas Teknologi Industri Jurusan Teknik Industri

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini