Museum Sharjah UEA Pamerkan Manuskrip Alquran Langka

0
96

Pameran ini akan menampilkan sejumlah manuskrip Alquran yang langka.

REPUBLIKA.CO.ID, SHARJAH — Otoritas Museum Sharjah akan memamerkan sejumlah manuskrip Alquran langka dan kaligrafi Islam dari Koleksi Alquran Hamid Jafar. Pameran ini digelar dari 31 Oktober hingga 19 Maret 2023 di Museum Peradaban Islam Sharjah, Uni Emirat Arab.


Pameran tersebut bertajuk ‘Firman Suci, Kaligrafi Abadi: Sorotan Kaligrafi Luar Biasa dari Koleksi Al-Qur’an Hamid Jafar. Pameran ini akan menampilkan sejumlah manuskrip indah yang akan ditampilkan untuk pertama kalinya.


Pengusaha Hamid Jafar memulai koleksi ini dengan visi menghadirkan pengaruh Islam sebagai kekuatan pemersatu. Juga sebagai sumber inspirasi dalam budaya yang berbeda dari Andalusia dan Maghreb hingga ke Timur Dekat hingga Asia Tenggara dan Cina.


Selama 40 tahun, Jafar telah menambahkan banyak karya yang mencakup empat belas abad peradaban Islam menelusuri kembali ke awal Islam. Salah satu naskah manuskrip Alquran yaitu karya yang dibuat oleh juru tulis wanita Sharifah Wahidah Yaqutah.


Manuskrip karya Yaqutah tertanggal 1844 Masehi. Selain itu, manuskrip Alquran lainnya adalah halaman Alquran Baysunqur setinggi 1,7 m yang berasal dari tahun 1400 M dan sebuah folio dari salah satu yang tertua dan terbesar yang masih ada dari ‘Alquran Tashkent’ yang berasal dari abad kedua Hijriah atau abad ke-8 Masehi.


Pameran tersebut mencerminkan fokus Otoritas Museum Sharjah dalam merayakan budaya dan warisan Islam. Pameran ini juga menawarkan kepada pengunjung museum tentang wawasan, asal-usul dan sejarah kaligrafi Islam.


Melalui pameran itu, siapapun dapat mengetahui perkembangan kaligrafi Islam melalui penyalinan dan pelestarian manuskrip Alquran selama periode 14 abad. Selain itu serangkaian kegiatan pendidikan dan lokakarya juga akan diselenggarakan di sela-sela pameran.



Sumber Berita

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini