Menyikapi “Rebo Wekasan” | Republika Online

0
127

Kita harus meyakini bahwa bala’ itu bisa datang kapan saja.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh  Hasan Yazid Al-Palimbangy


Hari Rabu terakhir pada bulan Safar atau yang dikenal dengan sebutan Rebo Wekasan diyakini sebagian orang sebagai hari turunnya bala. Jika benar demikian, peristiwa tersebut pada tahun 1444 H ini akan jatuh pada hari ini Rabu (21/9/2022).


Keyakinan akan turunnya bala itu diperoleh dalam bentuk ilham yang diterima oleh seorang sufi yang kasyaf, bahwa pada hari Rebo Wekasan itu, ada 320 ribu bala yang turun untuk setahun, sebagaimana ditulis Syekh Abdul Hamid Quds dalam kitabnya,  Kanzun Najah Was-Surur fi Fadhail Al-Azminah wash-Shuhur.


Hukum shalat Rebo Wekasan


Ulama berbeda pendapat dalam menetapkan hukum shalat Rebo Wekasan. Menurut Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari adalah haram. Sebab, shalat Rebo Wekasan ini tidak ada asalnya dalam syari’at.


Namun, Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Maki dalam Kanz al-Najah wa al-Surur menyebut bahwa Shalat Rebo Wekasan itu boleh dengan syarat bukan niat untuk Rebo Wekasan, melainkan diniatkan sebagai shalat sunnah mutlak.


Bagaimana kita menyikapi “Rebo Wakasan”?


Kita harus meyakini bahwa bala’ (itu bisa datang kapan saja dan kita diperintahkan untuk beramal ibadah kapan saja)


 أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ


“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang rutin dilakukan (kapan saja ) meskipun sedikit.” (HR Shahih & Muslim)


Salah satu amalan yang dengan perantara amalan itu insya Allah kita akan selamat dari bala’ (bencana) adalah sedekah.


Ibnul Qoyyim mengatakan:


 فإن للصدقة تأثيرا عجيبا في دفع أنواع البلاء ولو كانت من فاجر أو من ظالم بل من كافر


“Sungguh sedekah itu memiliki pengaruh yang luar biasa untuk mencegah berbagai macam bala bagi pelaku sedekah, meski ia seorang penggemar dosa, orang zalim atau bahkan orang kafir sekalipun.”


فإن الله تعالى يدفع بها عنه أنواعا من البلاء، وهذا أمر معلوم عند الناس خاصتهم وعامتهم، وأهل الأرض كلهم مقرون به لأنهم جربوه


Dengan sedekah, Allah mencegah berbagai macam bencana. Ini adalah perkara yang telah diketahui oleh semua manusia baik awam atau kalangan terpelajar. Semua penduduk bumi mengakui hal ini karena mereka telah membuktikannya.” (Al-Wabil Ash-Shoyyib hal. 31)


Berikut beberapa hadits terkait sedekah yang menjadi perantara Allah SWT selamtkan kita dari segala macam bala’ (bencana)


الصَّدَقَةُ تَسُدُّ سَبْعِيْنَ بَابًا مِنَ السُّوْءِ}.


“Sedekah itu menutup tujuh puluh pintu keburukan/bala’.” ( Imam Ath-Thabarani dari sahabat Rafi’ bin Khadij)


Dalam kitab Tanqihul Qoul syarh kitab Lubabul Hadis dikutip sebuah hadits :


الصَّدَقَةُ تَرُدُّ البَلاَء وَتُطَوِّلُ العُمْرَ}.


Rasulullah SAW bersabda,  “Sedekah itu menolak bala dan memanjangkan umur.”


صَدَقَةُ السِّرِّ تُطْفِىءُ غَضَبَ الرَّبِّ وَصَدَقَةُ الْعَلاَنِيَةِ جُنَّةٌ مِنَ النَّارِ}.


“Sedekah secara sembunyi-sembunyi itu memadamkan amarah Tuhan, sedangkan sedekah  secara terang-terangan itu benteng dari api neraka.” (HR  imam Al-Baihaqi dari Abu Said Al-Khudri.)


Semoga kita selau dilindungi Allah SWT dari segala macam marabahaya. Aamiin 


Wallahu a’lam bisshowaab.



Sumber Berita

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini