Mata Djokovic beralih ke Nadal sebagai pesaing utama setelah Federer

0
74

Jakarta (ANTARA) – Petenis mantan peringkat satu dunia Novak Djokovic kini mengalihkan perhatian utamanya kepada Rafael Nadal sebagai pesaing terbesar setelah Roger Federer mengumumkan gantung raket pekan lalu.

Ketiga petenis tersebut tergabung sebagai “The Big Three” namun kini harus kehilangan salah satunya, sehingga peta persaingan menjadi makin sempit terutama untuk gelar Grand Slam yang selama ini mereka kuasai.

“Persaingan ini sangat istimewa dan terus berlanjut. Mudah-mudahan kami akan mendapatkan kesempatan untuk lebih sering melawan satu sama lain. Karena itu menarik bagi kami dan juga untuk penggemar tenis dan penggemar olahraga di seluruh dunia,” ujar petenis asal Serbia itu seperti dilansir Reuters, Rabu.

Baca juga: Kalahkan Nadal, Tiafoe yakin dominasi “Big Three” segera bergeser

Bahkan petenis pemilik rekor 21 gelar Grand Slam itu ingin rival terbesarnya tersebut juga mendampinginya mana kala ia melakukan seremoni perpisahan layaknya Federer.

“Kami memainkan pertandingan paling banyak melawan satu sama lain dari persaingan lainnya dalam sejarah tenis,” ujar Djokovic.

Sehubungan dengan perpisahan Federer di Laver Cup, London, Inggris, Djokovic melihat bagaimana hubungan antara Federer dan Nadal yang begitu dekat meski terlibat dalam persaingan yang epik.

Baca juga: Djokovic turut kenang momen dan persaingan dengan Federer

Bahkan foto Federer dan Nadal yang duduk bersama lalu menangis sempat viral di dunia maya dan menarik jutaan simpati dari netizen.

Djokovic dan Andy Murray, yang juga menjadi salah satu rival Federer, turut hadir untuk sesi perpisahan pada petenis yang pensiun di usia 41 tahun itu.

“Itu adalah momen yang sangat menyentuh, sangat emosional. Melihat anak-anak dan keluarganya membuat saya ikut emosional. Saya juga harus mengatakan bahwa saya sedang memikirkan bagaimana penampilan saya ketika saya mengucapkan selamat tinggal pada tenis,” ungkap Djokovic.

Bagi Djokovic, kehidupannya bersama dengan keluarga merupakan hal yang tak bisa tergantikan. Namun berbagi persaingan bersama petenis hebat lainnya di lapangan juga hal yang tak kalah istimewa.

Baca juga: Medvedev yakini kejayaan tenis berlanjut meski “Big Three” pensiun

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini