Loboratorium mikrobiologi klinik FKUI berhasil raih akreditasi ISO 15189

    0
    100

    Depok (ANTARA) – Laboratorium Mikrobiologi Klinik (LMK) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) berhasil menempatkan LMK sebagai laboratorium mikrobiologi klinik pertama dan satu-satunya peraih ISO 15189 di Indonesia.

    Ketua LMK FKUI, dr. R. Fera Ibrahim dalam keterangannya, Kamis mengatakan akreditasi LMK FKUI dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab, memperkokoh, dan pembuktian kemampuan serta profesionalitas.

    Pada 20 Juli 2022, Komite Akreditasi Nasional (KAN) memberikan kepercayaan kepada LMK FKUI sebagai laboratorium medik melalui akreditasi ISO 15189 dengan nomor akreditasi LM-089-IDN yang berlaku selama 5 tahun.

    Baca juga: FKUI : Penyakit Thalassemia hingga saat ini belum ada obatnya

    Dikatakannya LMK sangat berperan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit infeksi, dengan menunjang diagnosis dan melakukan deteksi penyebab yang tepat, sehingga dapat memandu klinisi melakukan tatalaksana yang benar dan tidak memicu resistensi antimikroba.

    Hingga saat ini, penyakit infeksi masih merupakan masalah kesehatan secara global. Berbagai penyakit baru muncul, dan yang lama muncul kembali juga (penyakit emerging dan re-emerging), seperti COVID-19 dan monkey pox. Masalah resistensi antimikroba juga meningkat dengan pesat sehingga menjadi masalah dunia.

    Sejak 1960-an, LMK FKUI telah dipercaya memberikan pelayanan pemeriksaan mikrobiologi. Laboratorium ini memiliki pengalaman menjadi pusat rujukan nasional World Health Organization (WHO) untuk kasus influenza.

    Baca juga: Peneliti FKUI luncurkan alat deteksi dini DBD

    Selain itu, lab tersebut merupakan mitra Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk pencegahan dan mengatasi epidemi kolera dengan melakukan pendampingan dan pelayanan jemaah haji ke Arab Saudi. LMK FKUI juga pernah ditunjuk sebagai pusat rujukan nasional untuk pemeriksaan mikrobiologi klinik oleh Menteri Riset dan Teknologi pada tahun 1994.

    LMK FKUI terakreditasi WHO sebagai “WHO National HIVDR Laboratory” untuk pemeriksaan resistensi obat antiretroviral (ARV) yang digunakan dalam terapi infeksi HIV. LMK ini merupakan laboratorium pertama yang ditetapkan oleh Kemenkes RI sebagai laboratorium nasional untuk pengujian resistensi obat ARV sebagai penunjang program Pengendalian HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) di Indonesia.

    Pada saat terjadi epidemi flu burung, LMK FKUI ditunjuk oleh Kemenkes RI sebagai laboratorium regional untuk flu burung yang selanjutnya melakukan surveilans SARI (severe acute respiratory infection) dan ILI (influenza-like illness).

    Baca juga: FKUI: Kondisi gangguan long COVID-19 perlu penanganan dengan baik

    LMK FKUI juga terlibat dalam jejaring TB Nasional, yaitu dengan ditunjuknya LMK FKUI menjadi laboratorium rujukan nasional Kemenkes RI untuk pemeriksaan tuberculosis, seperti pemeriksaan molekuler, serologi, MOTT, dan riset operasional TB.

    Sementara itu, Ketua Tim Pakar LMK FKUI Prof. dr. Pratiwi Pudjilestari Sudarmono, Ph.D., Sp.MK(K) menyampaikan bahwa LMK FKUI juga memiliki bidang riset pengembangan yang menjamin semua kualitas pelayanan dan metode yang digunakan sudah sesuai dengan ilmu terkini.

    “LMK FKUI juga memberikan pelatihan kepada laboratorium jejaring untuk melakukan pemeriksaan mikrobiologi klinik yang sesuai standar,” katanya.

    Keunggulan lainnya untuk pelayanan di LMK FKUI adalah pengalaman dari para staf pengajar Departemen Mikrobiologi klinik FKUI yang melakukan berbagai penelitian, kerja sama, dan pelatihan di dalam dan luar negeri. Peran serta dan kerja sama multidisiplin profesi selalu dilakukan dalam upaya pencegahan dan pengendalian infeksi dan resistensi antimikroba di rumah sakit.



    Sumber Berita

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini