IPB siap berkontribusi atasi krisis pangan global

    0
    60

    Kota Bogor (ANTARA) – Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria menyatakan perguruan tinggi negeri yang dipimpinnya siap berkontribusi mengatasi ancaman krisis pangan lokal, regional, nasional hingga global dengan melatih para petani di dalam maupun di negara-negara Afrika, Asia Selatan hingga ASEAN. 

    Arif Satria saat diwawancarai di sela jumpa pers penetapan dia kembali sebagai Rektor IPB 2023-2028 di Kampus IPB Baranangsiang, Rabu, mengatakan IPB telah membangun sains technopark, di mana inovasi-inovasi yang dihasilkan memberikan manfaat untuk masyarakat pertanian hingga petani luar negeri. 

    “IPB memperkuat inovasi di bidang pangan, dengan membangun IPB Innovation Valley jadi 250 hektare di Jonggol yang kami persiapkan untuk pusat hilirisasi inovasi-inovasi IPB berbasis pertanian pangan, hortikultura maupun perkebunan,” katanya. 

    IPB Innovation Valley ini sekaligus menjadi tempat bagaimana petani-petani yang ada di Indonesia, maupun yang ada di dunia bisa belajar tentang teknologi modern pertanian di IPB. 

    Ia mengatakan banyak menteri dari dunia ketiga yang datang ke IPB, ada beberapa presiden yang datang ke IPB dari negara-negara lain agar petaninya bisa belajar di IPB. 

    “Oleh karena itu IPB membuka diri untuk bisa  menjadi tempat pembelajaran bagi petani-petani (salah satunya di negara-negara) dunia ketiga dan itu sekaligus sebagai kontribusi kita, tidak hanya secara nasional, tetapi juga kontribusi secara global,” katanya. 

    Menurut dia, gagasan besar IPB ini adalah bagian dari upaya untuk memperkuat bahwa IPB, punya peran lokal, peran regional, peran nasional dan peran global. 

    Dengan petani-petani di Afrika, Asia Selatan, dan ASEAN mereka sudah bisa berproduksi di negaranya, kata Arif.

    “Artinya IPB dan Indonesia memberikan andil agar stabilitas  pangan global ini bisa teratasi, sehingga kalau stabilitas pangan tercipta, maka kebahagiaan tercipta, karena salah satu komponen penting di dunia adalah soal pangan,” katanya. 

    “Ini harus dilakukan dengan baik, khususnya dalam mendukung masalah pangan ini, karena dengan kita membina petani dari negara-negara lain, artinya kita punya kontribusi bagi stabilitas pangan global,” ujarnya. 

     



    Sumber Berita

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini