Hadir di R20 Bali Bersama Tokoh Palestina, Rabi Yahudi: Agama Harus Satukan Kita

0
71

R20 merupakan prakarsa Nahdlatul Ulama untuk dorong perdamaian dunia

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG – Di antara pemuka agama yang hadir dalam forum Religion of Twenty (R20) adalah Direktur Beit Midrash for Judaism and Humanity, Rabbi Yakov Nagen. 


Dia berharap forum R20 memberikan solusi untuk menyelesaikan konflik Timur Tengah. Tokoh agama Yahudi asal Amerika Serikat ini mengatakan, agama harus menjadi bagian dari solusi.  


“Saya tahu bahwa di Timur Tengah, agama terkadang menjadi bagian dari masalah. Agama harus menjadi bagian dari solusi,” ujar Yakov saat berbicara dalam forum R20 yang digelar di Grand Hyatt Nusa Dua Bali, Kabupaten Badung, Rabu (2/11/2022). 


Yakov menilai, R20 menjadi forum penting untuk menjembatani beragam sudut pandang keagamaan di berbagai belahan dunia. 


“Bagi orang-orang Timur Tengah yang telah sangat menderita, kita membutuhkan agama untuk menyatukan kita,” ucap dia. 


Ditemani dengan seorang sahabat dari Palestina, dia juga mengungkapkan kebahagiaannya diberikan kesempatan untuk menghadiri forum dialog antarpemuka agama dunia itu. “Saya sangat bersyukur berada di sini,” kata dia.  


Yakov meyakini, kolaborasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Liga Muslim Dunia atau Muslim World League (MWL) dalam menginisiasi R20 menjadi gerbang utama dalam upaya mencapai perdamaian global, termasuk di Timur Tengah. 


“Inilah yang dilakukan pimpinan NU dan Liga Muslim Dunia untuk membantu membawa harapan dan perdamaian bagi masyarakat di Timur Tengah dan dunia,” jelas dia.  


“Saya berharap dunia akan mendengar apa yang telah dikatakan di sini (R20),” ujar Yakov. 


Seperti diketahui, R20 digelar PBNU bersama Liga Muslim Dunia atau Muslim World League (MWL) di Nusa Dua, Bali, pada 2-3 November 2022. Forum ini mempertemukan para pemimpin agama dan sekte-sekte dunia dengan peserta utama dari negara-negara anggota G20 dan negara nonanggota Presidensi G20.  


Total negara negara yang terkonfirmasi hadir pada perhelatan R20 sebanyak 32 negara. Sebanyak 338 partisipan terkonfirmasi hadir, 124 berasal dari luar negeri. Forum tersebut menghadirkan 45 pembicara dari lima benua.  


Forum R20 tahun ini berfokus pada beberapa isu. Pertama, Historical Grievances (Kepedihan Sejarah), Pengungkapan Kebenaran, Rekonsiliasi, dan Pengampunan. Kedua, Mengidentifikasi dan Merangkul Nilai-Nilai Mulia yang Bersumber dari Agama dan Peradaban Besar Dunia. 


Ketiga, Rekontekstualisasi Ajaran Agama yang Usang dan Bermasalah. Keempat,  Mengidentifikasi Nilai-Nilai yang Dibutuhkan untuk Mengembangkan dan Menjamin Koeksistensi Damai. Terakhir, Ekologi Spiritual.         



Sumber Berita

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini