Fantastic yang Beneran “Fantastic”

Ketika diminta untuk menulis pengalaman di Assyifa, saya bingung ingin menulis apa. Bukan karena bersekolah disini tidak menyenangkan- walaupun gak semuanya sih- tetapi karena begitu banyaknya pengalaman yang saya dapatkan disini, yang membuat masa putih biru sampai putih abu saya penuh warna. Bersekolah di kampus 1001 malam yang buat saya bakal segera menjadi 2002, saya bertemu dengan teman dari berbagai daerah dengan sifat dan perangai yang beragam pula. Bertemu dengan mereka semua membuka cakrawala saya dalam memandang dunia. Kembali lagi ke topik utama Dari sekian banyaknya pengalaman yang saya dapatkan disini, pengalaman yang bisa dibilang paling berkesan bagi saya adalah masa- masa kelas sepuluh (fantastic, bantara, LC, dll), syifest dan masa- masa kelas 12 (launching sukses, BIMBEL ALC, rihlah, buken, dll). Eh, ini mah semuanya ya.. sorry, soalnya emang semuanya patut dikenang Kelas sepuluh 16 Juni 2019, setelah sekian lama, saya akhirnya kembali menginjakan kaki di sekolah tercinta ini, tapi sekarang sebagai murid SMA. Sebagaimana hari pertama masuk sekolah biasa, saya melakukan registrasi ulang dan segala tetek bengek admministrasi lainnya lalu pergi mencari kamar. Kemudian, demi bisa bertahan hidup di lingkungan yang baru hal yang saya lakukan adalah berkenalan, menghasilkan teman. (walaupun sebagian besar udah pada kenal sih). Murid non alumni yang pertama saya kenal namanya Arif, teman sekamar saya. Lalu, saya beres- beres barang seperti biasa. Shalat Isya Selepas shalat isya, ada pembukaan fantastic. Buat yang gak tau, MOS di Asyifa itu namanya fantastic. Sebenarnya isinya kurang lebih sama aja sih kayak MOS- MOS di sekolah negeri gitu, yang ngebedain ya emang karena MOS di Asyifa itu “fantastic”, kayak namanya. Sesudah abang- abang panitia selelesai ngenalin diri masing- masing, mereka ninggalin masjid. Tapi, sebelum keluar, mereka naruh kursi dulu tuh di depan, jadi saya mikirnya bakal ada sambutan dulu dari kepala sekolah atau lainnya. Mereka juga ngomong “jangan ninggalin masjid dulu ya masih ada acara”, jadi saya mikirnya gitu. Seperti biasa, kalau lagi nunggu di masjid, anak boarding sukanya ngobrol. Apalagi habis gak ketemu lama, langsung deh masjid jadi rame. Tiba- tiba, ada orang pake jaket BEM masuk masjid dan duduk di kuris di depan tadi. Kebanyakan dari kita waktu itu gak aware soalnya lagi asik ngobrol, termasuk saya. “SEMUA DIAM” adalah kata pertama yang dikeluarkan oleh orang tadi. Bukan kata yang baik untuk memulai perkenalan. Sontak saja, seisi majid langsung diam dan fokus ke orang yang duduk di depan itu. Saya juga kaget dan ikut diam. Orang yang di depan tadi rupanya adalah salah satu KorLAp ( koordinator lapangan) dari fantastic ini. KorLap emang gak dikenalin pas perkenalan panitia, makanya saya bingung ini kenapa ada orang pake jaket BEM masuk terus tiba- tiba teriak. Saya sadar, kegiatan fantastic yang sebenarnya baru dimulai sekarang. 17 juni, dini hari Seteleh malam yang sedikit mengagetkan tadi, kita disuruh langsung tidur. Pesan abang KorLap, “ besok kalian jam setengah 4 bangun pagi, mandi, siap- siap tahajud. Gak ada yang bangunin.

0
128

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini