Doktor FIA UI: Perlu kajian untuk tingkatkan daya saing KEK

0
110

Depok (ANTARA) – Doktor Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Indonesia Achmad Fauzi menyatakan perlu kajian untuk mengetahui permasalahan terkait  peningkatan daya saing di daerah dan pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK).

“Pemerintah Indonesia telah memilih Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai salah satu strategi pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing nasional dan daerah,” kata Achmad Fauzi di kampus UI Kota Depok, Selasa.

Menurut dia daya saing ini menjadi indikator keberhasilan pembangunan dan menjadi daya tarik untuk melakukan investasi di negara tersebut.

“Dalam sepuluh tahun terakhir, peringkat nasional daya saing Indonesia mengalami pasang-surut dimana posisi daya saing Indonesia ada di peringkat 34 pada tahun 2014 hingga 54 pada tahun 2009 dari 100 negara lainnya. Selain itu, peringkat lokal hanya 10 provinsi yang masuk daya saing tingkat atas,” kata Achmad.

Ia menerangkan bahwa perlu dilakukan peningkatan daya saing baik ditingkat nasional maupun lokal melalui strategi pembangunan, yaitu salah satu caranya adalah dengan melakukan pembangunan kawasan-kawasan ekonomi di daerah yang memiliki keunggulan komparatif, sumber daya alam, maupun letak geografis yang strategis. 

“Kegiatan utama KEK saat ini meliputi industri pengolahan yang berorientasi ekspor dan pariwisata. Dalam perkembangan KEK di Indonesia hingga penelitian ini dilakukan, belum sepenuhnya mampu menjadi motor penggerak perekonomian untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah dan nasional,” ujarnya.

Achmad Fauzi melakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis perkembangan, mengidentifikasi faktor determinan dan mendesain strategi yang dapat meningkatkan daya saing daerah dengan KEK, di tiga daerah yang memiliki KEK yaitu KEK Galang Batang di Kabupaten Bintan, KEK Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah dan KEK Sorong di Kabupaten Sorong.

Metode yang dipakai dalam penelitian ini dengan menggunakan paradigma konstruktivisme dan metode penelitian kualitatif dengan desain studi kasus berganda untuk menjawab permasalahan penelitian. Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa perkembangan KEK Galang Batang dan KEK Mandalika mencapai perkembangan yang baik, sedangkan KEK Sorong belum memenuhi target yang diharapkan.

 



Sumber Berita

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini