Arab Saudi Temukan Situs Baru Emas dan Tembaga di Madinah

0
70

Temuan bijih emas dan tembaga akan mempercepat laju investasi pertambangan Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH — Kerajaan Arab Saudi mengumumkan penemuan situs baru bijih emas dan tembaga di wilayah Madinah. Penemuan ini berdasarkan survei geologi Saudi yang diwakili Pusat Survei dan Eksplorasi Mineral.


Pusat tersebut menyampaikan, seperti dilansir Trade Arabia, Senin (19/9/2022), penemuan bijih emas berada dalam batas-batas Aba Al Raha, Umm Al Barrak Hijaz, di wilayah Madinah. Sementara tembaga ditemukan di empat lokasi di daerah Al Madiq dalam wilayah Wadi Al Faraa di Madinah.


Penemuan ini dianggap memiliki potensi yang menjanjikan sebagai cadangan tembaga khusus, dari mineral kalkosit (Cu2S) yang tersebar, serta beberapa mineral karbonat tembaga sekunder.


Temuan bijih emas dan tembaga tersebut juga telah ditambahkan ke daftar penemuan selama 2022. Ini akan mempercepat laju investasi pertambangan di Kerajaan Saudi dan dengan demikian mendukung Visi Kerajaan 2030 dan ekonomi nasional.


“Penemuan-penemuan di berbagai lokasi di Arab Saudi ini akan berkontribusi pada perkembangan ekonomi nasional, dengan masuknya investor lokal dan internasional untuk melakukan investasi di sektor pertambangan yang berkembang,” tambah pernyataan Pusat Survei itu.


Arab Saudi sendiri selama berupaya meningkatkan produksi emas sampai 10 kali lipat dari tambang-tambang emas yang selama ini telah berjalan. Usaha peningkatan produksi emas ini bertujuan menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas.


Wakil Menteri Bidang Pertambangan Kementerian Perindustrian dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi, Khaled Al-Mudaifer, mengatakan Kerajaan memiliki enam tambang emas dan strategi penambangan yang bertujuan untuk menggandakan produksi emas 10 kali lipat dibandingkan 2015 lalu.


“Ada enam tambang yang sedang dibangun, yang terbesar adalah Mansourah-Masarah di Jalan Riyadh-Taif, yang mencakup investasi mineral besar melebihi 3-4 miliar riyal Saudi,” tutur dia.


Dengan langkah tersebut, Khaled menambahkan, akan ada 50 ribu peluang kerja yang ditawarkan untuk warga negara. Termasuk 20 ribu peluang kerja di sektor pertambangan dan 30 ribu peluang kerja di pabrik logam.


“Sebanyak 30 persen peluang kerja ditawarkan untuk sarjana dan 70 persen untuk teknisi,” tutur dia.



Sumber Berita

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini